21 Fakta Kebijakan & Perilaku Ahok yang Kurang Mengayomi Umat Islam & Membedah “Prestasi”nya yang berhubungan dengan Umat Islam

21 Fakta Kebijakan & Perilaku Ahok yang Kurang Mengayomi Umat Islam & Membedah “Prestasi”nya yang berhubungan dengan Umat Islam

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang Kepala Daerah adalah aksepsibilitas kebijakan dan perilaku yang ditampilkan oleh sang pemimpin di mata warganya. Kepala Daerah harus bisa menampilkan kebijakan & perilaku yang dapat mengayomi warga yang dipimpinnya. Dalam konteks itu, Kepala Daerah harus bisa memahami nilai-nilai yang dianut oleh warganya & dapat mengeluarkan kebijakan & perilaku yang tidak dipandang merendahkan ataupun mengancam nilai-nilai tersebut. Tanpa itu, perwujudan sila Persatuan Indonesia akan menjadi terancam.

Terkait hal ini, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dapat disebut gagal mengingat tidak sedikit kebijakan & perilaku Ahok yang justru terkesan merendahkan atau mengancam nilai yang dianut oleh mayoritas warga DKI yang beragama Islam. Inilah rapor merah berupa 21 Fakta Kebijakan & Perilaku Ahok yang kurang mengayomi Umat Islam.

  1. Ahok mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas yang berhubungan dengan ayat Al Qur’an. Parahnya, statement tersebut bertentangan dengan tafsir yang telah berlaku lama & diterapkan oleh Kaum Muslimin. Tafsiran yang juga dipraktekan para Sahabat & dinukilkan terdapat Ijma (konsensus) di dalamnya. MUI telah mengeluarkan pendapat & sikap keagaamaan bahwa Penguasa DKI telah melakukan penistaan terhadap Al Qur’an & para Ulama[1].
  2. Ahok mengeluarkan pernyataan yang tidak jujur terkait sekolahnya dimana ia mengatakan dirinya sekolah Islam 9 tahun[2]. Padahal, data menunjukkan kalau ia tidak pernah bersekolah di sekolah Islam[3].
  3. Ahok bersikeras menentang peraturan menteri perdagangan yang melarang penjualan minuman keras[4].
  4. Ahok mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas terkait minuman keras saat terjadi polemik tuntutan pelarangan miras. Ia mengatakan yang inti pesannya mempertanyakan salahnya bir & apakah ada orang yang mati karena bir[5].
  5. Ahok mengusulkan untuk melegalkan prostitusi[6].
  6. Ahok mengusulkan untuk membuat apartemen khusus untuk pelacuran[7].
  7. Ahok mengusulkan untuk membuat PSK bersertifikat[8].
  8. Ahok mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas saat terjadi polemik pelegalan prostitusi yaitu menyebut orang Indonesia munafik[9].
  9. Ahok mengeluarkan pernyataan tidak pantas bahwa ia akan meresmikan lokalisasi pelacuran kalijodoh jika berada dalam jalur hijau[10]. Pernyataan ini dikeluarkan untuk memperkuat bahwa alasan menggusur Kalijodoh tidak ada hubungannya dengan pelacuran tetapi semata-mata ketidaksesuian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah.
  10. Ahok mengusulkan untuk menghapuskan cuti bersama di saat lebaran[11].
  11. Ahok mempersoalkan kewajiban berbusana muslim di Sekolah bagi Siswa-Siswi Muslim di Hari Jum’at[12].
  12. Ahok mengeluarkan pernyataan tidak pantas saat terjadi polemic jilbab, yaitu ia menyebut jilbab seperti serbet[13].
  13. Ahok mengeluarkan kebijakan untuk mengganti kewajiban seragam muslim di hari Jum’at (jilbab) dengan kebaya encim[14]. Kebijakan ini ditarik kembali setelah mendapat banyak protes.
  14. Ahok membuat kebijakan yang bersifat standar ganda terkait penggunaan monas sebagai tempat kegiatan ibadah. Ia melarang tabligh akbar[15] tetapi mengizinkan perayaan paskah[16].
  15. Ahok mengeluarkan pernyataan tidak pantas saat melarang tabligh akbar di Monas yang intinya mempertanyakan apakah Tuhan tidak mendengar jika tidak di monas[17].
  16. Ahok mengeluarkan kebijakan larangan pemotongan hewan Qurban di Sekolah[18]. Kebijakan ini diperlonggar setelah mendapat banyak protes.
  17. Ahok banyak melakukan penggusuran pemukiman warga & penggusuran ini juga memakan korban rumah ibadah[19].
  18. Ahok merencanakan untuk menjadikan Masjid Luar Batang sebagai tempat wisata & membangun plaza di depannya[20].
  19. Ahok merobohkan jembatan penghubung masjid Luar Batang & Warga Kampung Aquarium. Kebijakan penggusuran ala Ahok berpotensi membuat Masjid Luar Batang tanpa jamaah[21].
  20. Ahok tidak kunjung membangun Masjid bersejarah Taman Ismail Marzuki setelah dirubuhkan[22].
  21. Ahok mengusulkan penghapusan SKB 2 Menteri tentang pembangunan Rumah Ibadah[23]. SKB 2 Menteri mengharuskan pembangunan rumah Ibadah mendapat persetujuan dari masyarakat setempat. Lebih lanjut, SKB 2 menteri ini menjadi salah satu alat untuk mencegah terjadinya konflik horizontal akibat pembangunan rumah Ibadah[24].

21 Fakta tersebut terlihat sangat dominan apabila dibandingkan dengan beberapa prestasi yang diklaim oleh pendukung Ahok mengingat prestasi-prestasi tersebut dapat diperdebatkan relevansinya. Berikut sekilah pembahasan mengenai prestasi-prestasi yang diklaim oleh pendukung Ahok.

1. Membangun masjid-masjid

Pembangunan masjid-masjid merupakan program yang biasa dikerjakan oleh Gubernur DKI. Pada masa Sutiyoso, dibangun Jakarta Islamic Center[25]. Pada masa Foke setidaknya, terdapat dua masjid besar yang dipugar besar-besaran atau dibangun. Pertama, masjid Tangkuban Perahu[26]. Kedua, masjid Al Fauz yang terletak di Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus)[27].

Sementara itu, pembangunan masjid pada rusun Marunda (Masjid Al Hijrah) dan rusun Pesakih (Masjid Al Muhajirin) merupakan konsekuensi atas penggusuran yang dilakukan Ahok. Hanya saja, tentu kondisi ini tidak sebanding jika kita mengingat bahwa penggusuran juga memakan korban rumah ibadah tidak hanya di satu tempat saja seperti pada no. 17. Oleh karena itu, “prestasi” ini sebetulnya bukanlah sebuah prestasi.

2. Memberikan bantuan ke masjid & pengurus masjid.

Pemberian bantuan sosial ke masjid atau pengurus masjid juga tidak disebut sebagai sebuah prestasi. Hal ini mengingat Program-program bantuan sosial yang digelontorkan oleh Pemprov DKI mengingat pemberian bantuan dana sosial dan hibah merupakan program rutin Pemda DKI yang dilakukan siapapun Gubernurnya[28]. Besarannya tentu bergantung pada nilai APBD & tidak bisa dibandingkan mengingat anggaran di masa Ahok jauh lebih besar dari Foke. Pada Tahun anggaran 2015 saja, Ahok memiliki anggaran senilai Rp.69,28 T[29]. Jumlah ini hampir dua kali lipat anggaran Foke pada tahun 2012 senilai Rp. 36,02 T[30].

Pada masa lalu, bansos seperti ini biasa dicurigai untuk kepentingan Pilkada & rawan disalahgunakan[31]. Salah seorang peneliti ICW di masa lalu sempat membuat pernyataan, “Dana bansos rawan dipolitisasi untuk membiayai program-program populis jangka pendek untuk memenangkan pemilu”[32] . Oleh karena itu, “prestasi” ini sebetulnya bukanlah sebuah prestasi.

3. Memberikan KJP untuk Siswa-siswi Madrasah

Menyebut pemberian KJP untuk madrasah sebagai sebuah prestasi yang berhubungan dengan kepedulian terhadap umat Islam tentunya tidak relevan. Hal ini karena sejak zaman Fauzi Bowo DKI mencanangkan program wajib belajar 12 tahun yang berimplikasi pada penggratisan sekolah[33]. Implikasi dari program ini adalah adanya dana bantuan operasional sekolah untuk madrasah, bantuan operasional buku untuk madrasah, dan termasuk bea siswa murid rawan putus sekolah untuk siswa/I madrasah yang sudah dijalankan sejak masa Foke[34].  Lebih lanjut, pada masa Ahok justru konsep bantuan pendidikannya lebih buruk di banding Foke seperti dijelaskan dalam tulisan kami sebelumnya[35].

4. Perhatian menjelang hari lebaran dengan memberikan diskon bagi pemegang KJP

Pemberian diskon seperti ini-pun bukanlah suatu hal yang layak disebut prestasi yang berhubungan dengan kepedulian terhadap umat Islam. Hal ini disebabkan memang sudah menjadi kewajiban rutin Gubernur DKI Jakarta untuk mengendalikan harga-harga saat menjelang Lebaran maupun Ramadhan, diantaranya dengan menggelar operasi pasar, pasar murah, dan pasar rakyat[36].

5. Bonus untuk Peserta MTQ

Pemberian bonus untuk peserta MTQ juga bukanlah suatu hal yang layak disebut prestasi yang berhubungan dengan kepedulian terhadap umat Islam. Hal ini karena pemberian bonus sudah biasa dilakukan oleh Gubernur DKI sebelum Ahok terhadap peserta MTQ[37].

6. Memajukan jam kerja PNS

Memajukan jam kerja PNS juga bukanlah suatu hal yang layak disebut prestasi yang berhubungan dengan kepedulian terhadap umat Islam. Hal ini karena untuk jam pulang PNS saja sudah sejak lama, pemerintah mengurangi jam pulang lebih cepat saat bulan Ramadan untuk Pemda maupun Pusat. Tahun 2016, dari 37,5 Jam menjadi 32,5 Jam per minggu[38]. Pemda mengatur agar terpenuhi kebutuhan jam tersebut.

Lebih lanjut, sikap Ahok sendiri soal jam kerja sebenarnya layak dipertanyakan mengingat ia pernah melontarkan wacana untuk menghapuskan cuti bersama di saat lebaran[39].

7. Rutin memberi ZIS & berqurban

Pemberian ZIS & qurban seorang Gubernur bukanlah hal yang layak untuk dibanggakan. Hal ini mengingat biasa dilakukan oleh Gubernur-Gubernur sebelumnya[40].  Selain itu, besarnya dana operasional yang diberikan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI sesuai dengan besaran APBD DKI, sebesar 0.15% dari APBD[41].

8. Menutup tempat maksiat (Kalijodoh & Diskotek)

Penutupan tempat maksiat yang dilakukan oleh Ahok juga bukanlah suatu hal hal yang layak disebut prestasi yang berhubungan dengan kepedulian terhadap umat Islam. Hal ini karena alasan yang melandasi penutupan bukanlah penutupan tempat maksiat.

Pada kasus Kalijodoh, Ahok sendiri telah menegaskan bahwa menggusur Kalijodoh tidak ada hubungannya dengan pelacuran tetapi semata-mata ketidaksesuian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Ahok sendiri mengeluarkan pernyataan tidak pantas bahwa ia akan meresmikan lokalisasi pelacuran kalijodoh jika berada dalam jalur hijau[42]. Kalijodoh sendiri dapat digusur setelah dalam perubahan RDTR dimasukan ke dalam jalur hijau[43]. Sementara perubahan RDTR ini sendiri dapat terjadi setelah Perda RTRW disahkan oleh Gubernur Foke pada tahun 2011[44] & Perda terkait RTDR oleh Gubernur Jokowi[45].

Sementara itu, terkait diskotek Stadium, penutupan juga terjadi karena memang diskotek tersebut telah terbukti menjadi sarang pengedaran Narkoba & telah dilakukan lima kali operasi yang membuktikan hal tersebut[46]. Penutupan sendiri atas permintaan surat Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Fadil Imran yang meminta agar izin operasi diskotek tersebut dicabut akibat sering ditemukannya narkotika, bukan inisiatif Ahok[47]. Ahok sendiri malah mempersilakan manajemen Stadium membuka kembali usahanya tersebut asal ganti nama dan ganti lokasi setelah penutupan[48]. Lebih lanjut, secara umum bahkan Kepala BNN mempertanyakan komitmen Ahok untuk menutup diskotek mengingat Ahok menginginkan dua kali razia sedangkan Kepala BNN menyebut cukup satu kali terbukti seharusnya ditutup[49].  (EI)

[1] http://wartakota.tribunnews.com/2016/10/11/mui-putuskan-ahok-lakukan-penistaan-agama

[2] http://news.detik.com/berita/d-3315347/dituduh-nistakan-agama-usai-kutip-al-maidah-51-ahok-saya-sekolah-islam-9-tahun

[3] http://profil.merdeka.com/indonesia/b/basuki-tjahaja-purnama/

[4] http://metro.news.viva.co.id/news/read/611534-ahok-miras-dilarang-obat-batuk-juga-harus-dilarang

[5] http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/06/14032141/Ahok.Salahnya.Bir.di.Mana.Ada.Enggak.Orang.Mati.karena.Minum.Bir

[6] http://news.liputan6.com/read/2221285/ahok-usul-legalkan-prostitusi-dan-psk-bersertifikat-di-apartemen dan https://news.detik.com/berita/d-2899958/ini-4-ide-kontroversial-ahok-psk-bersertifikat-hingga-apartemen-prostitusi/3

[7] http://news.liputan6.com/read/2221285/ahok-usul-legalkan-prostitusi-dan-psk-bersertifikat-di-apartemen dan http://news.detik.com/berita/2899293/selain-apartemen-khusus-prostitusi-ahok-juga-usul-psk-bersertifikat

[8] http://news.liputan6.com/read/2221285/ahok-usul-legalkan-prostitusi-dan-psk-bersertifikat-di-apartemen dan http://news.detik.com/berita/2899293/selain-apartemen-khusus-prostitusi-ahok-juga-usul-psk-bersertifikat

[9] http://metro.sindonews.com/read/1084806/171/soal-lokalisasi-ahok-sebut-bangsa-ini-munafik-1455270448

[10] http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/13/14593001/Ahok.Kalau.Kalijodo.Bukan.di.Jalur.Hijau.Saya.Resmiin

[11] http://pekanbaru.tribunnews.com/2014/08/08/ahok-wacanakan-hapus-cuti-bersama-lebaran

[12] http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/06/09/o8ht47384-ahok-larang-sekolah-wajibkan-jilbab-pgri-tak-usah-melaranglarang dan http://news.detik.com/berita/3230351/ahok-jilbab-bagian-dari-agama-bukan-seragam-sekolah

[13] http://news.okezone.com/read/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis

[14] http://news.detik.com/berita/2655237/tiap-jumat-siswi-sd-sma-di-jakarta-bakal-kenakan-kebaya-encim

[15] https://m.tempo.co/read/news/2015/10/17/083710354/ahok-tuhan-nggak-dengar-kalau-pengajian-nggak-di-monas

[16] http://news.okezone.com/read/2015/04/05/337/1129275/perayaan-paskah-di-monas-berlangsung-hikmat

[17] https://m.tempo.co/read/news/2015/10/17/083710354/ahok-tuhan-nggak-dengar-kalau-pengajian-nggak-di-monas

[18] http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/09/08/nucmpq330-ahok-pemotongan-hewan-kurban-jangan-di-sekolah-tapi-di-rph

[19] http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/12/akhirnya-mushola-al-jamil-di-tengah-lokasi-penggusuran-rata-dengan-tanah dan http://news.okezone.com/read/2015/05/29/338/1157254/musala-al-barkah-baru-bisa-roboh-setelah-kubah-diambil dan http://news.okezone.com/read/2016/10/03/338/1504701/rumah-ibadah-di-bukit-duri-juga-akan-digusur

[20] http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160331105716-20-120720/masjid-bersejarah-luar-batang-akan-disulap-jadi-tempat-wisata/ dan https://m.tempo.co/read/news/2016/05/04/083768296/yusril-ahok-mau-bikin-masjid-luar-batang-seperti-borobudur

[21] https://m.tempo.co/read/news/2016/05/02/083767826/mui-kalau-warga-luar-batang-digusur-siapa-jemaah-masjid dan https://m.tempo.co/read/news/2016/07/16/083788135/warga-kampung-akuarium-terisolasi-seusai-jembatan-dirobohkan

[22] http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2016/04/03/59429/18/18/Gusur-Masjid-di-TIM-Pemprov-DKI-Didesak-Bangun-Masjid-Baru

[23] https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-isi-skb-2-menteri-yang-diminta-ahok-dicabut-splitnews-2.html

[24] https://nasional.tempo.co/read/news/2010/09/20/173279221/mui-pencabutan-skb-dua-menteri-bisa-picu-konflik

[25] http://news.liputan6.com/read/50634/islamic-centre-jakarta-diresmikan-sutiyoso

[26] http://www.jakarta.go.id/v2/news/2012/10/fauzi-resmikan-rehab-masjid-era-kolonial#.WE9sgbnTPmp

[27] http://www.jakarta.go.id/v2/news/2011/01/Gubernur-DKI-Resmikan-Masjid-Al-Fauz#.WE9sY7nTPmo

[28] http://www.beritasatu.com/megapolitan/58807-bantuan-mengalir-ke-masjid-gereja-dan-majelis-taklim.html

[29] http://news.liputan6.com/read/2212645/apbd-dki-2015-disepakati-rp-6928-triliun

[30] https://m.tempo.co/read/news/2011/12/19/083372521/apbd-dki-jakarta-rp-36-triliun-disahkan

[31] http://properti.kompas.com/read/2012/09/18/19274253/bansos.dan.hibah.diduga.diselewengkan.untuk.pilkada.dki dan http://www.beritasatu.com/megapolitan/72408-disangkal-dana-bansos-dan-hibah-untuk-kampanye-foke.html

[32] http://www.antikorupsi.org/id/content/waspada-bansos-jelang-pemilu

[33] http://www.antaranews.com/berita/325012/dki-luncurkan-kartu-gratis-wajib-belajar-12-tahun

[34] http://www.antarasumbar.com/berita/139/disdik-dki-alokasikan-dana-bop-sekolah-swasta.html

[35] https://pendapat.id/menyoal-masalah-pendidikan-di-jakarta/

[36] http://nasional.news.viva.co.id/news/read/334322-ramadan-foke-minta-digelar-operasi-pasar dan http://www.antaranews.com/berita/271332/gubernur-dki-instruksikan-intensif-pantau-pergerakan-harga dan http://www.bulog.co.id/berita/37/2633/10/7/2011/Pasar-Rakyat-Digelar-Tekan-Kenaikan-Harga-Pangan.html

[37] http://nasional.kompas.com/read/2012/06/18/17521039/foke.juara.umum.mtq.menjadi.hadiah.ulang.tahun.jakarta dan http://www.pelita.or.id/baca.php?id=76280

[38] http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/06/06/o8c7e3365-jam-kerja-pns-berubah-selama-ramadhan

[39] http://pekanbaru.tribunnews.com/2014/08/08/ahok-wacanakan-hapus-cuti-bersama-lebaran

[40] http://metro.tempo.co/read/news/2012/08/19/083424452/foke-zakat-3-ton-beras-di-warakas dan http://poskotanews.com/2012/10/22/foke-berkorban-di-mesjid-islamic-center/

[41] http://wartakota.tribunnews.com/2015/10/21/gila-dana-operasional-gubernur-dki-dan-wagub-dki-rp-54-miliar dan http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/10/31/ini-perbedaan-pandangan-ahok-agus-dan-sandiaga-dalam-manfaatkan-dana-operasional-jabatan dan https://www.merdeka.com/jakarta/ahok-biaya-blusukan-gubernur-masuk-dana-operasional.html

[42] http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/13/14593001/Ahok.Kalau.Kalijodo.Bukan.di.Jalur.Hijau.Saya.Resmiin

[43] http://news.metrotvnews.com/read/2016/02/17/485888/pengamat-kalijodo-masuk-zona-hijau-karena-perubahan-perda-rdtr

[44] http://www.jakarta.go.id/v2/news/2011/08/Perda-RTRW-2030-Disahkan#.WE985rnTPmo

[45] http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/18/10211927/RDTR.DKI.2030.Segera.Disahkan.Menjadi.Perda

[46] https://www.merdeka.com/peristiwa/siapa-di-balik-penutupan-stadium.html

[47] https://www.merdeka.com/peristiwa/siapa-di-balik-penutupan-stadium.html

[48] https://www.merdeka.com/peristiwa/ahok-stadium-boleh-buka-tapi-ganti-nama-dan-lokasi.html

[49] http://news.detik.com/berita/d-3331694/ditantang-soal-razia-narkoba-buwas-ahok-tidak-konsekuen-dan-konsisten